Soft launching Politician Academy, Lembaga Jasa Konsultan Komunikasi Politik dan Strategy Branding Pertama di NTT

0
53
foto
Ivan Rondo Branch Director Politician Academy NTT Bersama Bonggas Adhy Chandra Direktur Nasional Politician Academy saat menyampaikan materi & Foto Bersama para peserta kegiatan.

LIPUTAN7.NET, Kupang – Kegiatan dengan tema NGOPI atau NGOBROLIN POLITIK BERSAMA BONGGAS ADHY CHANDRA DIREKTUR POLITICIAN ACADEMY menjadi agenda utama Soft Launching kehadiran Politician Academy di NTT.

Kegiatan ini di awali dengan pengantar oleh Branch Director NTT Politician Academy yaitu Ivan Rondo, yang menyampaikan bahwa ditengah perubahan Jaman dan budaya yang terdisrupsi oleh percepatan dan perkembangan tehnology internet yang sangat pesat hari ini, ditambah pandemic Covid 19 yang terjadi, telah mewajibkan semua baik individu,Pendidikan, Lembaga swasta,Organisasi,bisnis dan Pemerintah mau tidak mau, suka dan tidak suka akhirnya harus beradaptasi, berinovasi dan berkolaborasi.

Situasi ini pun pasti akan berdampak pada persiapan dan kesiapan bangsa ini dalam menghadapi Pemilu dan Pilkada tahun 2024 mendatang.Menurutnya Satu hal yang paling kelihatan dan dirasakan hari ini, bahwa Politik pun ikut terdisrupsi atas perubahan perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi informasi dan beradaptasi dengan perkembangan dan tools tehnology digital sebagai pusat informasi komunikasi,menurunnya pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada kebijakan politik dan arah pembangunan ekonomi kedepan.

Hal ini tentunya menimbulkan tantangan baru yang semakin kompleks bagi Penyelenggara terutama partai politik dan kandidatnya sendiri dalam strategy membangun citra ataupersonal branding untuk meraih simpati pemilih pada 20204 nanti.

Kita bisa lihat hari ini dengan kehadiran Socia media yang secara kritis telah membentuk perilaku komunikasi dan interaksi yang kritis bagi para penggunanya dimana awalnya hanya sebagai netizen biasa, hari ini telah berubah menjadi citizen journalism, dimana semua orang bebas berpendapat bahkan menginformasikan berita apapun tanpa batas dan sesuka hati memposting apapun termasuk menyerang pribadi,pemimpinnya dan Lembaga secara langsung dengan berbagai informasi,fakta dan narasi untuk di ketahui dan dikomentari oleh warga socmed lainnya.

Bagi saya, situasi ini telah merevolusi esensi ruang bersosial media menjadi sebuah ruang cyber demokrasi atau ruang demokrasi digital yang aktif bahkan interaktif dan kritis yang sangat cepat membentuk dan membangun opini baru serta dapat menjadi trend digital ditengah masyarakat sebagai opini public yang mempengaruhi persepsi politik, kebijakan politik maupun citra para politisi itu sendiri.

Lebih parahnya lagi, pada ruang ini, semua orang sangat bebas mengemukakan pendapat dan kritikan,sindiran bahkan protes secara langsung atas hasil pembangunan yang di lakukan oleh para pemimpin dengan interpretasinya masing-masing. Belum di tambah perang buser dan hoaks di dalamnya.Walaupun pandemic membatasi jarak dan ruang pertemuan secara fisik, tapi faktanya, secara digital khususnya di social media, setiap hari terjadi kegaduhan terus menerus tentang politik.

Dalam pengamatan dan analisis Politician Academy, politik mengalami disrupsi yang sangat luar biasa, bahkan tingkat kepercayaan masyarakat khususnya anak muda di era milenial ini semakin hari semakin menurun dan apatis pada politik itu sendiri.Padahal sejatinya politik itu hanyalah instrument bagi para politisi dalam menjalankan kepercayaannya sebagai pemimpin atau wakil rakyat yang telah di pilih secara amanah.

Hal inilah yang membuat Politician Academy sebagai salah satu Lembaga Jasa Konsultan Komunikasi Politik Nasional hadir dan membuka cabangnya di daerah secara langsung, agar dapat bekerja sama lintas Lembaga termasuk Penyelenggara dan partai politik, menjalin komunikasi, melakukan pemetaan dan ikut mencari solusi dalam membangun strategy,narasi dan literasi yang baik terhadap persepsi politik, serta berbagai program seminar,workshop,pelatihan/training bahkan Online Course untuk mempersiapkan Politisi yang handal secara persona, bukan saja sekedar memenangkan konstetasi, tapi juga mempersiapkan Personal Capacity selama menjabat atau memimpin nantinya serta bagaimana membangun kembali citra politik sebagai sebuah instrument pembangunan dan ruang aspirasi masyarakat dalam berdemokrasi, sehingga dapat memberikan pencerahan dan energi baru yang lebih strategic bagi para politisi dan pemilih, terutama anak muda dan milenial menuju pesta demokrasi di era tehnology dan percepatan internet tahun 2024 di NTT nanti Ujar Ivan Rondo yang sudah menggeluti lebih dari 14 tahun di Industri Komunikasi, Strategy Branding serta pendampingan kandidat politik level daerah dan nasional.

Di sampaikannya, Pada soft lounchingya Politician Academy Branch NTT, hadir dengan kegiatan  diskusi terbatas Bersama Pengurus parpol,Bapilu,Bacaleg,mahasiswa dan media dengan tagline NGOPI yaitu Ngobrolin Politik di Sasando International Kupang dengan tema “Tantangan Pemilu dan Pilkada 2024 serta Bagaimana Kesiapan Bacaleg & Bacakada” Bersama Bapak Bonggas Adhy Chandra seorang Akademisi & Coach Politik Nasional yang sudah sangat berpengalaman lebih dari 15 tahun di dunia Strategy Branding dan Komunikasi politik, pernah menjadi salah satu pimpinan nasional partai politik serta terlibat langsung di dalam pemerintahan Legislatif.

Karena situasi PPKM maka kami membatasi peserta hanya 12 orang saja, padahal animo para bacaleg yang mau mengikuti sangat banyak sejak kami umumkan.Peserta yang hadir yaitu Bapak Laurens Lebatukan salah satu pengurus dan Bacaleg Partai Golkar NTT, Ibu Agnes Debi Angkasa sekretaris Bapilu Partai Golkar NTT, Ibu Aksa Y.Blegur Direktur Eksekutif badan saksi Partai Golkar NTT, Bapak Winston Rondo Bacaleg dan Ketua DPC Kab kupang Partai Demokrat,Bapak Viktor Dimuheo Bacaleg & Ketua Bapilu Pdip Kota Kupang, Bapak El Ishak Bacaleg Pdip kota Kupang,Bapak Pdt Jefry Watileo perwakilan tokoh agama, Media,mahasiswa dan Milenial pungkasnya.

Sementara itu, Mengawali, materinya, Bapak Bonggas Adhy Chandra menyampaikan bahwa  trend dan tantangan Pemilu serta Pilkada Tahun 2024 di NTT, dipengaruhi oleh data perolehan suara pada Pemilu 2019 yang lalu dimana Nasdem, Golkar dan PDIP adalah 3 Partai terbesar di Legislatif Propinsi dan Kabupaten-Kota. PDIP dan Golkar mendapat 10 kursi sedang Nasdem 9 kursi. Di Kabupaten-Kota Nasdem menang di 10 wilayah sedangkan PDIP di 9 wilayah menyusul Golkar di 6 wilayah. Tingkat keberhasilan Petahana di Propinsi kecil karena hanya 25 Petahana bertahan dari 65 kursi yang ada di 2019. Di tingkat Kabupaten-Kota pun persentase kemenangan Petahana Legislatif  ada di angka rata – rata 45% dengan minimal di Kab. Ende & Malaka 36% dan tertinggi di Kab. Kupang dengan 70% sedangkan Tingkat partisipasi pemilih dalam Pileg 2019 persentasenya 79,99% berbanding dengan pilpres 77,82%.

Selain itu Data dan Trend Pilkada 2024 menunjukan Golkar (10) dan Nasdem (8) menjadi Parpol yang terbanyak memenangkan Paslonnya di Pilkada 2017-2018-2020 dan disusul oleh Gerindra (8).Posisi Petahana tidak menjamin kemenangan dimana Data 2017 : 3 Pilkada- 3 Petahana – 3 Menang, Data 2018 : 10 Pilkada – 10 Petahana – 1 Menang, Data 2020 : 9 Pilkada – 8 Petahana – 0 Menang. Parpol besar tidak selalu memihak Petahana dan menggantungkan diri pada approval rating dan survei terakhir.Paslon Independen tidak begitu populer di NTT, karena terdapat hanya 9 Paslon sepanjang 3 Pilkada & Hanya menang di 1 Kabupaten Sikka.Dampak Pilkada serentak 2024 adalah 13 daerah di NTT akan digantikan oleh PJS/PLT dan Incumbent memiliki pengaruh kecil terhadap mesin Birokrasi.

Dari data diatas maka Pilpres, Pileg dan sekaligus Pilkada akan dilakukan di tahun yang sama, ini merupakan tantangan besar bagi KPU dan Bawaslu serta aparat keamanan.

Pandemi Covid 19 masih membayangi dan akan mempengaruhi pelaksanaan aturan termasuk pembatasan pola kampanye, Pola pelaksanaan Pilpres/Pileg yang lebih sederhana dan mengurangi korban jiwa (2019 : 11 meninggal dan 159 sakit) Pemanfaatan black campaign, hoax dan fitnah di Media Sosial yang makin marak Menguatnya praktik Vote-buying dan money politics akan menjadi tantangan tersendiri pada tahun 2024 nanti.

Disampaikannya, Politician Academy yang baru hadir pada tahun 2017 berkantor pusat di Jakarta, Terdiri atas pribadi – pribadi yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dan ahli dalam Pilkada dan Pileg lebih dari 15 tahun.Kami telah memiliki 7 cabang dengan target tahun ini akan hadir 16 cabang di Indonesia pada tingkat Provinsi.

Kami memiliki Visi besar memberikan literasi politik, membimbing dan mendampingi para politisi muda sebagai eksekutif maupun legislatif agar dapat menjadi pemimpin dan politisi muda yang bukan saja siap terjun tapi mampu mengemban tugas dan jabatan sesuai kapasitas dan kapabilitas yang di miliki melalui pendampingan Politician Academy.

Selain melakukan pendampingan sebagai Konsultan Politik, kami juga akan menyelenggarakan berbagai kegiatan Literasi dan Upskill secara onsite dan online bagi para calon politisi baik strategy Winning maupun kemampuan Legislasi,Budgeting,Monitoring serta celah-celah mana yang bisa dihindari agar tidak terjebak dengan money politik dan kekuasaan.

Disamping itu, Politician Academy memiliki Program unggulan yang sudah berjalan sejak tahun 2018 dan sudah diikuti oleh ribuan peserta yaitu Buku Winning Strategy, Seminar/Webinar Cerdas Berpolitik, Program 100 Parlemen Muda, Manajemen Media Sosial Calon Kepala Daerah & Calon Legislatif, Bootcamp Strategi Pemenangan, Training Pemberdayaan Desa, Literasi politik Politisi Muda melalui Youtube dan Podcast.

Sebagai penutup,kami mau menyampaikan kepada para Bacaleg & Bacakada yang akan bertarung pada Pemilu dan Pilkada 2024 Persiapkan sebaik mungkin karena gagal mempersiapkan berarti mempersiapkan kegagalan.Jangan mulai di ujung, atur strategi dan atur ‘nafas’ sampai pertempuran di 2024.

Khusus incumbent legislatif manfaatkan waktu sebaik mungkin dan jangan terlena. Khusus incumbent kepala daerah, terlebih yang diganti PJS, persiapkan strategi yang berbeda dan lebih tajam Independen secara finansial agar bisa menjalankan kompetisi dan program tanpa intervensi pihak lain.Manfaatkan semaksimal mungkin media sosial, karena di 2024 lebih dari 50% pemilih adalah Millenial & Gen Z yang aktif di Medsos, untuk itu maka percaya pada anekdot “Belanda Masih jauh” adalah pemahaman yang salah bagi para calon politisi jika mau maju dan menang nanti.

Dari pantauan Media, kegiatan ini berjalan sangat dinamis dan interkatif dimana semua peserta memberikan pertanyaan taktis seputar bagaimna bisa memenangkan Pileg dan Pilkada pada tahun 2024 serta cara mempersiapkan diri sedini mungkin.Dan para peserta sangat berharap, kedepan Politician Academy segera merancang berbagai Kegiatan Literasi dan Upskill serta pendampingan bagi para Bacaleg dan Bacakada agar mereka dapat mengikutinya kembali demi mempersiapkan diri menuju pertarungan politik pada 2024 nanti. (Sam/L7net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here