Tahun 2024 Adalah Era Kebangkitan Petani dan Peternak NTT

0
38
Foto
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat

LIPUTAN7.NET, KUPANG – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan kunjungan kerja (kunker)  untuk meninjau aktivitas kelompok ternak  di Desa Pusu Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selata (TTS), Selasa (22/3/2021).

Gubernur VBL dalam sambutanya menyampaikan rasa kebahagiaannya atas berhasilnya Inseminasi buatan jenis sapi Wagyu di TTS.

“Saya bersyukur karena saat saya kampanye dan membicarakan tentang Sapi Wagyu tapi wujudnya belum ada. Namun saat ini melalui Inseminasi Buatan (IB), betinanya sementara bunting. Tinggal dijaga dengan baik agar dapat beranak dan bisa dilakukan IB  lagi untuk mendapatkan jenis Sapi Wagyu murni yang ada di NTT,” ungkap Gubernur Viktor.

Gubernur Viktor juga memastikan kepada para petani dan peternak bahwa tahun 2022, pabrik pakan ternak mulai beroperasi di NTT. Dan tahun 2024, NTT sudah miliki jenis Sapi Wagyu murni.

“Setiap tahun, kita di NTT mengalami arus modal yang keluar daerah khusunya ke pulau Jawa senilai Satu Triliun rupiah untuk pembelian pakan ternak. Mulai tahun 2022 nanti, pabrik pakan sudah dapat beroperasi dan memproduksi pakan ternak di NTT sehingga harga pakan murah serta menguntungkan Pemerintah Daerah dan Peternak di NTT”, jelas Gubernur Viktor.

“Akan tetapi di Tahun 2024 juga merupakan era kebangkitan bagi para petani dan peternak di NTT. Karena kita akan memiliki jenis Sapi Wagyu murni dengan kualitas daging premium serta dipelihara dengan cara-cara modern untuk mewujudkan kesejahteraan bagi para petani peternak di NTT”, tegas Gubernur Laiskodat.

Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi terhadap sejumlah program dan kegiatan yang di laksanakan di TTS.

“Bapak Gubernur, atas nama Pemerintah Kabupaten dan masyarakat TTS menyampaikan apresiasi  dan terimakasih atas perhatiannya terhadap kami. Tentunya kami tetap mendukung Bapak Gubernur dan  segala program  yang dilaksanakan di TTS,” ungkap Bupati Pieter.

Pegawai Dinas Peternakan Kabupaten TTS, Dominggus Pandie menyampaikan, tingkat keberhasilan proses IB untuk mendapatkan sapi jenis Wagyu sangat menjanjikan.

“Dari 102 ekor sapi di TTS yang dilakukan IB untuk dapatkan sapi Wagyu, tingkat keberhasilannya positif bunting sebanyak 20 ekor dan masih dalam proses pengecekan setelah lama hari IB berumur 3 bulan ke atas. Pastinya akan ada penambahan jumlahnya yang tersebar di Kecamatan Kie, Kota Soe, Amanuban Barat, Amanuban Tengah, Mollo Barat dan Niki-Niki,” ungakap Pandie saat diwawancarai media. (*)

Sumber Berita + Foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here