Home Pendidikan KETUA KOMISI V DAN WAKIL KETUA KOMISI II DPRD NTT : KUNJUNGI LOKASI USB SMA NEGERI WOLOMWZE

KETUA KOMISI V DAN WAKIL KETUA KOMISI II DPRD NTT : KUNJUNGI LOKASI USB SMA NEGERI WOLOMWZE

foto sman wolomeze-ngada-lip7

LIPUTAN7.NET

WOLOMEZE BAJAWA, Liputan7.net – Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri Wolomeze yang lokasinya berada di dusun Kurubhoko, Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang telah memiliki 4 ruang kelas yang sedang dibvangun oleh masyarakat, terletak di atas tanah sumbangan rakyat Nginamanu seluas 1,3 Ha, hari ini, Jumat (31/8/2020) dikunjungi oleh Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa dan Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT, Patris Lali Wolo.

Ketua DPRD Provinsi NTT, Ny. Ir.  Emilia Nomleni, yang rencananya hadir pada kesempatan ini, terpaksa membatalkan kedatangannya sebab mendapat tugas mendadak ke Jakarta.

Didampingi Ketua DPC PDIP Kabupaten Ngada, Maria Lali, Yunus Takandewa dan Patris Lali Wolo, bersama rombongan disambut kedatangannya dengan penuh kekeluargaan oleh Ketua Panitia Pembangunan USB SMA Negeri Wolomeze, John Lingge Siran, Kepala Desa Nginamanu, Yohanes Don Bosco, Ketua BPD Nginamanu, Amatus  Noy, dan Para Tokoh Masyarakat Wolomeze yang hadir.

“ Kedatangan kedua wakil rakyat ini untuk memantau perkembangan kesiapan pembangunan USB SMA Negeri Wolomeze yang kini sedang kami kerjakan. Kami membangun 4 ruangan siswa, dua ruangan sudah selesai dan 2 ruangan lainya sedang kami bangun”, ujar John pada wartawan.

John Lingge Siran, mengatakan, pihaknya atas nama Forum Aspirasi Masyarakat Peduli Pendidikan (FAMP2) mengirimkan surat permohonan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT pada tanggak 21 Februari 2020 dan  mendapat jawaban dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT  tanggal 18 Juni 2020. Dalam surat jawabab tersebut, pihaknya harus memenuhi beberapa syarat pembangunan sekolah tersebut dan bersama masyarakat pihaknya telah melakukan syarat-syarat itu hingga membangun 4 ruang belajar bagi siswa.

“ Kami masyarakat Wolomeze yang berada di desa Nginbamanu ini sangat berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi, yang lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, telah menjawab apa yang menjadi keinginan masyarakat Wlomeze”, Kata John dengan nada bersyukur.

Kepada kedua wakil rakyat yang datang tersebut, John Lingge, mengatakan sangat-sangat berterimakasih atas kepeduliannya pada masalah kebutuhan pendidikan yang dialami oleh masyarakat Wolomeze. Katanya, Perjuangan yang dilakukan wakil rakyat baik tingkat kabupaten Ngada maupun tingkat Provinsi sehingga pihaknya mendapat jawaban positif dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT,  patutlah diberikan jempol dan apresiasi yang tinggi.

Sementara dalam kesempatan ini, Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takendewa, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang dengan cara masing-masing menunjukkan kepeduliannya melalui partisipasi, sekecil apapun. Dia juga berterima kasih kepada pemilik tanah yang sudah menyerahkan tanahnya untuk pembangunan USB SMA Negeri Wolomeze. Luas tanah yang disiapkan sekitar 1,3 Ha.

Yunus berharap,  panitia terus bekerja cepat melakukan koordinasi dan komunikasi termasuk dengan Korwas pendidikan Kabupaten Ngada, untuk melengkapi persyaratan pembangunan sebuah USB SMA Negeri.

“Jika 43 instrumen sebagai persyaratan cepat diselesaikan,  bersama instansi terkait kita akan memroses ijin operasional secepatnya, sekaligus memastikan dana untuk pembangunan gedung baru,” ucap Yunus

Yunus, menjelaskan, Kerja cepat itu bukan tanpa alasan. Jika dilihat dari proses pengajuan proposal yang baru terjadi pada Februari 2020 lalu, namun sudah direspons dan ditindak lanjuti oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, ini semata-mata kepedulian kita pada pendidikan, dan melihat bahwa ini kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia.

Yunus Takendewa yang juga Sekretaris DPD PDIP NTT ini  mengharapkan, Pemerintah Kacamatan Wolomeze, para Kepala Desa dan semua pihak yang berkaitan agar bahu membahu menyiapkan pembangunan sekolah tersebut. Katanya,  perlu ada bentuk gotong royong, yang nantinya dilanjutkan dengan supervisi terakhir dari tim provinsi sebelum ijin operasional dikeluarkan.

Melihat semangat masyarakat dan kesiapannya, Yunus optimis persyaratan yang diminta akan segera dipenuhi oleh pantia. Yang penting terus semangat, bahu-membahu bekerja. Dengan demikian harapan masyarakat agar tahun ajaran 2021/2022 dapat menerima siswa baru bisa terwujud.

“ Jika semuanya berjuang dan persiapanya  berjalan baik maka bulan November 2020, ijin Operasional sudah bisa terealisasi”, ujar Yunus.

Yunus, tentang 2 ruang kelas yang sedang diupayakan sebaiknya dibangun saja di lokasi  peruntukan USB SMA Negeri Wolomeze, sebagai tambahan dari dua ruang kelas sementara yang sudah dibangun masyarakat dengan memanfaatkan tribun milik Desa Nginamanu.

Pada kesempatan itu, Korwas Pendidikan Kabupaten Ngada, Mathias Sudin juga mengatakan, terkait persyaratan mendirikan USB Negeri adalah kebutuhan masyarakat dan pemerintah wajib melayani. Namun demikian dalam mendirikan sekolah tentu harus memenuhi persyaratan-persyaratan teknis.

Mathias memberi apresiasi pada masyarakat di Wolomeze yang dapat menyikapi kebutuhannya dengan menyampaikan aspirasi melalui wakil-wakilnya yang ada di lembaga DPRD. Karena ini kewenangan propinsi, tentu saja masyarakat sudah menyampaikan aspirasi itu kepada wakil rakyat yang duduk di DPRD Provinsi.

Kalau legislatif  kita itu ibarat kendaran mewah, kata Mathias menganalogikan, maka kita wajib menyiapkan jalan yang mulus sehingga daya dorong aspirasi itu tidak tersendat-sendat. Yang dimaksudkan Mathias adalah masyarakat perlu menyiapkan persyaratan teknis dalam memuluskan pembangunan USB SMA Negeri di Wolomeze. Sehingga aspirasi kita yang dibawa oleh para wakil rakyat juga mulus karena persyaratan terpenuhi. Mathias mencontohkan salah satu USB negeri di Ngada sampai saat ini belum mendapat ijin operasional, karena belum juga memenuhi persyaratan yang ditentukan.

“Karena itu, kita perlu jaga para wakil rakyat kita dengan memenuhi ketentuan pendirian, sehingga mereka berjuang itu mulus,” kata Mathias.

Ada beberapa USB Negeri yang diajukan untuk didirikan di Ngada. Namun, menurut Mathias ada juga yang belum dapat ijin operasional karena tersandung persyaratan. Kadang masyarakat  mau mendirikan menurut keinginan mareka, sehingga tidak heran kalau ditolak. Ditolak bukan karena pemerintah tidak mau penuhi permintaan, tetapi masyarakat belum paham bahwa mendirikan USB harus penuhi dulu persyaratannya. Ini untuk keberlanjutan sekolah ke depan. Karena mendirikan sekolah bukan hanya untuk satu dua tahun.

Di hadapan anggota dewan, panitia pembangunan USB dan para tokoh masyarakat, Mathias minta agar persyaratan yang sudah dikirim itu segera diurus, sehingga proses selanjutnya mulus. Kalau ada kesulitan, janji Mathias, dirinya siap membantu pantia dalam menyiapkan dokumen yang diperlukan, hingga dirinya merekomendasikan dokumen tersebut untuk dibawa lagi ke provinsi.

Memanfaatkan kunjungan kedua anggota DPRD NTT itu, masyarakat dan para tokoh juga menyampaikan beberapa aspirasi antara lain  terkait dengan jaringan pengaman sosial sebagai dampak bencana non alam Covid 19, tunjangan untuk guru, tenaga kesehatan, sertifikasi guru dan beberapa aspirasi lainnya. Yunus dan Patris berjanji akan mengartikulasikannya di lembaga dewan.

Pada kesempatan ini pula , Patris Lali Wolo menyerahkan bantuan uang Rp 5 juta untuk Panitia Pembangunan USB SMAN Wolomeze. ( L7/FRANS M)

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait

Lewat ke baris perkakas