KAIN TENUN ITU BENDA MATI NAMUN MENJADI SAKSI HIDUP SUATU BUDAYA:PENTING DIDATA DAN DIINVENTARISASI PEMERINTAH

0
52
Foto
Kain Tenun NTT

KUPANG, LIPUTAN7.net – Masyarakat Nusa Tanggara Timur (NTT), memiliki beragam motif kain Tenun Tradisional yang dijadikan bahan dasar  berpakain bagi penduduknya dalam  kegiatan adat-istiadat, ritus, masuk minang, penghormatan tamu, simbol mengikat persatuan. Saat menggunaan dan memakai kain tradisional, kita seakan mengarungi lembaran dokumen sejarah kehidupan masyarakat yang membuatnya pada jaman tertentu.

Hal ini diungkapkan oleh Pieter Kembo, yang adalah Seniman Teater dan penerima Anugerah Kebudayaan NTT bidang Pencipta, Pelopor dan Pembaru, yang ditemui saat kesibukannya menulis buku ‘Menoreh Jejak Nilai Budaya Masyarakat NTT’ di Sekretariat Asosiasi Dokumenteris Nasional cabang Kupang, bilangan jalan Supul Raya Perumnas Kota Kupang, pada beberapa hari lalu.

Menurut Pieter, Keberadaan Tenun NTT dalam hidup masyarakat memiliki nilai ekonomi, nilai sosial dan nilai budaya. Jaman dulu, seorang laki-laki bersedia berikan belis sebanyak apa yang diminta bagi perempuan yang pandai menenun.

Katanya, motif-motif dalam kain tenun menggambarkan kehidupan masyarakat pada kurun waktu tertentu. Simbol-simbol kain tenun mengandung nilai  keperkasaan membangun hidup berkeluarga, mengandung nilai persatuan yang kokoh dan memiliki simbol kepahlawanan dan kekuasaan pada zaman dulu. Oleh suku tertentu, Kain Tenun dipercaya dapat memberiakan sugesti kekuatan pada suatu tindakan.

“Kain tenun adalah benda mati, tetapi merupakan saksi hidup dari suatu budaya yang dapat mengungkapkan salah satu sisi kebudayaan,”ucap Pieter.

Kata Pieter, Kain Tenun Tradisional memiliki beberapa unsur kebudayaan di dalamnya yaitu, unsur Pengetahuan Tradisional, unsur Teknologi Tradisional, unsur Adat-istiadat dan unsur Kebudayaan bidang Seni.

Dia menjelaskan, Kain Tenun Tradisional memiliki unsur kebudayaan bidang Pengetahuan Tradisional karena kemampuan membuat campuran bahan alam berupa daun dan kulit pohon menjadi pewarna dan membuat benang dari kapas.

Memiliki unsur Teknologi Tradisional karena memakai alat-alat tradisional dalam menenun, memiliki unsur Adat-Istiadat, karena dipakai untuk berbagai kegiatan upacara adat, perkawinan adat, belis, dan penghormatan tamu. Memiliki unsur Seni karena memiliki desain dan motif serta warna yang menarik dan indah dipakai.

Dijelaskannya, bahwa cara berpakaian Adat dilengkapi dengan motif bernilai luhur oleh orang-orang adalah suatu bentuk Penghayatan kepada Tuhan Maha Pencipta yang diyakini selalu menuntun  kehidupan mereka dari waktu ke waktu.

“Karena memiliki nilai-nilai budaya luhur, maka Kerajinan Tenun Tradisional NTT yang belum didata kiranya diinventarisasi oleh pemerintah untuk menjadi kekayaan budaya Indonesia sehingga keutuhan nilai-nilai budaya luhurnya tetap lestari,”ujarnya. (Vhegas/L7net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here