Home Pendidikan ADN DAN KEMENDIKBUD LIBATKAN PARA SINEAS NTT PRODUKSI 80 FILM REKAM PANDEMI

ADN DAN KEMENDIKBUD LIBATKAN PARA SINEAS NTT PRODUKSI 80 FILM REKAM PANDEMI

L7 02 berita rekam pandemi

LIPUTAN7.NET

Kupang, www.liputan7.netPandemi Covid-19 telah merubah berbagai tatanan hidup masyarakat. Perubahan Sosial Kehidupan masyarakat terpaksa harus disesuaikan dengan berbagai aturan protokol pemerintah sehingga masyarakat harus banyak berdiam diri dirumah dan merobah kebiasaan pola hidup lama kemudian harus  membiasakan diri dengan pola hidup baru agar bisa menghindari ancaman wabah corona yang mematikan tersebut.

Untuk mendokumerntasikan berbagai perubahan Sosial Kehidupan Masyarakat tersebut dan sebagai jaring pengaman sosial bagi para pekerja seni dan budaya yang mengalami dampak pandemi covid-19, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerjasama dengan Asosiasi Dokumenteris Nusantara (ADN) meluncurkan Program Rekam Pandemi, yaitu melakukan perekaman dokumentasi perubahan sosial yang sedang terjadi dalam masyarakat Indonesia akibat Pandemi Covid-19 ini dengan Audio-Visual.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sejak bulan April sampai dengan Juli 2020 dan melibatkan 300 sineas dokumenteris  yang tersebar diseluruh pelosok Indonesia yaitu dari Aceh sampai ke Papua, dan menghasilkan 2.400 menit video pendek lalu kemudian ditayangkan pada TVRI Nasional pada setiap hari Sabtu dalam setiap minggu.

Dan tak ketinggalan juga, para Sineas yang terhimpun dalam  Asosiasi Dokumenteris Nusantara Wilayah Nusa Tenggara Timur (ADN NTT), yang terdiri dari 10 orang muda, turut ambil bagian dalam memproduksi 80 Film Pendek dengan mengarah pada 8 tema sentral yang ditetapkan oleh Kemendikbud.

Tema-tema yang diusung dalam produksi film Rekam Pandemi ini berjudul : Belajar di Rumah, Religi dan Mitos/Mistis, Lebaran/Coronasiana. Juga Usaha Mandiri, Perubahan Perilaku Keluarga, Gotong Royong, Kreativitas, dan Isu Lingkungan.

Menurut Ketua ADN NTT, Pieter Kembo, mengatakan, film-film yang telah diproduksi oleh para Sineas NTT tersebut cukup bermanfaat karena dengan perekaman Audio-Visual kita dapat memahami dan mengetahui jelas situasi kehidupan yang sedang terjadi dan sedang dihadapi oleh lapiran masyarakat Indonesia.

“Daya dan upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi kebutuhan ekonomi hidupnya sambil menjaga diri menghadapi wabah corona yang berbahaya itu, sangat menarik untuk diketahui lewat tontonan Audio-Visual yang diproduksi oleh para Dokumenteris kita”, Ucap Pieter

Pieter juga sangat berterimakasih banyak kepada Kemendikbud dan ADN Pusat, yang telah memberikan kesempatan kepada para pekerja seni di NTT untuk bisa menyumbangkan karyanya disaat-saat sulit mengahadapi pandemi covid-19.

Pieter bersyukur, karena dengan arahan dan bimbingan Kemendikbud dan ADN Pusat lewat para Kurator, sangatlah bermanfaat dalam mendukung berkembangnya perfilman di Nusa Tenggara Timur, karena dengan bimbingan teknis yang diberikan saat produksi, telah mengasah ketrampilan para Sineas NTT untuk berkreatif cerdas membangun masyarakat NTT kedepan dengan film dokumenter yang berstandar Nasional maupun Internasional.

“Terimakasih banyak kepada Abang IGP Wiranegara, yang sudah banyak memberikan masukan dan bimbingan sehingga  para sineas NTT mampu menyelesaikan produksi 80 film Dokumenter Rekaman Pandemi ini” Ujar Pieter. ( L7-004/andre indra).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait

Lewat ke baris perkakas