Penanganan Jalan Provinsi Ruas Noa-Golowelu Yang Sering Ditutup Longsor, Perlu Kerjasama Kabupaten dan Provinsi

0
39
Foto
Maksi Nenabu

LIPUTAN7.NET

KUPANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT akan melakukan penanganan darurat terhadap Jalan Provinsi, Ruas Noa-Golowelu yang sering terputus akibat tanah longsor dengan mengurangi kemiringan dinding tebing (dibuat trap, red) dan melakukan penanaman bambu.

Demikian dikatakan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT , Ir. Maksi Nenabanu, MT terkait bencana tanah longsor yang sering melanda ruas Jalan Provinsi  Noa-Golowelu, Selasa (12/1/21).

Terkait dengan sering terjadinya longsor hingga menutup ruas jalan provinsi, Kadis PUPR Provinsi NTT, Maksi Nenabu, mengatakan kepada media ini  bahwa penanganan darurat karena bencana alam itu tdk melihat status jalan tapi tergantung skala dampak korban bencananya.

Jika dampaknya kecil yg bertanggungjawab dimulai dari Pemerintah kabupaten, kalau dampaknya makin besar maka ke Pemerintah Provinsi dan jika dampak sangat  besar maka ke Pemerintah Pusat sebagai Bencana Nasional. Dan yang memimpin penenganan masalah bencana ini adalah Badan penanggulangan bencana daerah BPBD Kabupaten, atau Provinsi dan Nasional.

Kata Maksi, jika terjadi bencana di infrastruktur maka bpbd kab berkoordinasi dengan DINAS  PUPR Kabupaten, untuk Provinsi maka BPDB Provinsi  berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi.

“Jadi kalo ada longsor di jalan, penanganan darurat pertama supaya bisa dilewati  lalu lintas maka yg bergerak duluan adalah Pemkab, dalam hal ini BPBD kabupaten bersama Dinas PUPR Kabupaten yang tentunya berkoordinasi dengan Pemrprov,” jelas Maksi.

Maka terkait dengan seringnya terjadi longsor di jalan Provinsi yaitu Ruas Noa-Golowelu, dia mengatakan, akan melakukan penanganan darurat untuk mencegah terjadi lagi longsor susulan  yang lebih besar lagi, dan tentunya berkoordinasi dengan Pemkab Manggarai Barat, yakni Dinas PUPR Mabar dan BPBD Mabar. Sehingga bisa mengurangi kemiringan dinding tebing dengan membuat trap.

Pihak Provinsi juga akan mendorong  Pemda setempat juntuk menanam pohon bambu dan jenis pohon lainnya untuk mengikat tanah yang labil di sekitar dinding tebing jalan agar tidak mudah longsor.

“ Hal ini harus dilakukan karena selain mencegah longsor yang lebih besar juga untuk menghindari adanya korban dari masyarakat pengguna jalan. Karena dalam beberapa bulan terakhir ini sering terjadi longsor di ruas jalan tersebut. Bahkan pekan lalu terjadi hingga 10 titik longsor,” ucap Maksi.

Dikatakan, pihaknya juga akan mengalokasikan anggaran guna melakukan penanganan darurat di ruas Jalan Noa-Golowelu. Pihaknya juga akan melakukan pelebaran pada titik-titik yang rawan longsor dan mengurangi kemiringan dinding tebing dengan membuat trap. 

Maksi mengharapkan, adanya kerja sama dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan masyarakat setempat agar bisa menyerahkan lahannya sepanjang ruang milik jalan (Rumija, red) untuk bisa diperlebar lagi. Karena dengan begitu, kejadian tanah longsor di ruas jalan tersebut bisa di minimalisir.

Ia juga menghimbau agar masyarakat tidak menanam tanaman umur pendek pada lahan disekitar ruas jalan tersebut (khususnya Rumija, red) karena kontur tanah yang labil di daerah itu akan memicu kondisi tanah menjadi tidak kuat menahan erosi.  “Kita juga sangat berharap agar masyarakat tidak menebang pohon di daerah (dinding tebing/jurangm, red) jalan.  Apalagi curah hujan saat ini cukup tinggi yang mengakibatkan tanah mudah longsor,” pinta Nenabu.

Nenabu menjelaskan, setelah 2 hingga 3 tahun setelah pohon ditebang, maka akarnya akan membusuk.  “Akibatnya saat curah hujan tinggi, air akan masuk dicelah-celah akar sehingga mengakibatkan tanah menjadi labil. Tanah labil dengan kemiringan tertentu akan mudah longsor. Hal ini perlu diketahui dan dimengerti oleh masyarakat kita,“ paparnya.

Seperti yang perna diberitakan tim media ini sebelumnya,  curah hujan yang cukup tinggi yang mengguyur Ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo dan sekitarnya pekan lalu mengakibatkan terjadinya longsor pada sepuluh titik/tebing yang berada di Jalan Propinsi Noa-Golowelu, Kecamatan Kuwus dan sempat memutus akses lalu lintas masyarakat setempat ke Kota Labuan Bajo, pada Kamis ( 8/1/2021) malam.

Pantauan media ini, nampak beberapa alat berat milik PT.Gunung Sari Indah sedang melakukan pembersihan material longsor.  Pembersihan terus dilakukan dibantu aparat  TNI-Polri, BPBD Manggarai Barat, dan aparat Kecamatan Kuwus sehingga ruas jalan tersebut dapat dilalui kendaraan. (L7NET/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here