Home Ekonomi WAKIL GUBERNUR NTT, JOSEP  A. NAE SOI,  MENJADI SALAH SATU PEMBICARA WEBINAR NASIONAL KOPERASI PADA 21 AGUSTUS 2020

WAKIL GUBERNUR NTT, JOSEP  A. NAE SOI,  MENJADI SALAH SATU PEMBICARA WEBINAR NASIONAL KOPERASI PADA 21 AGUSTUS 2020

wagub oke l7

LIPUTAN7.COM

Koperasi sebagai soko-guru ekonomi nasional dalam perjuangan. Peran koperasi terhadap perekonomian nasional terus menjadi concern akademisi, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat umum dengan beragam pendapat atas share terhadap Produk Nasional Bruto (PNB).

Hal tersebut disampaikan oleh Vincentius Repu, SE, M.SC.Agr, yang adalah Pengurus KOPDIT Adiguna Kupang dan Pengurus Pusat Koperasi Kredit Timor Kupang serta  Pengurus Forum Pusat Koperasi Kredit Provinsi NTT.

Menurut Vincentius, penerapan prinsip dan nilai dalam visi dan implementasi kebijakan dan operasional pemerintah dan  koperasi adalah perjuangan panjang baik oleh founding fathers, pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, maupun masyarakat; dan masih menyisakan pekerjaan rumah (PR) yg perlu diselesaikan bersama.

Katanya, Segala masalah terkait upaya dan perjuangan koperasi untuk menopang jalanya ekonomi nasional tersebut akan di bicarakan dalam seminar nasional yang bertemakan “ MENINGKATKAN PERAN KOPERASI DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL”, yang akan dilaksanakan, pada Jumad, 21 Agustus 2020, pukul 08.30 Wib  atau pukul 09.30 Wita, hingga selesainya, Lewat  Join Zoom https://forms.gle/sh4kr3deioFtdCtu7 Meeting ID:770 370.0368

Vincentius, menjelaskan bahwa para pembicara dalam Webinar tersebut adalah Sekretaris Jenderal Dep.  Koperasi dan UKM, Prof. Rully Indrawan, M.Si, Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A.Nae So’i, MH, Ketua DEKOPIN, Dr. Sri U, Bisowarno, M. Ap, Ketua INKOPDIT, Joko Soesilo, Peneliti Ahli Utama Kementerian KUKM RI, Dr.Ir. Johnny W. Sitomorang, M.S, Anggota DPR RI, Emanuel Laka Lena, Ketua FORUM PUSKOPDIT NTT yang juga adalah Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga. Dan dirinya akan menjadi Moderator dalam kegiatan Webinar tersebut.

Dia mengatakan, Seminar itu diselenggarakan atas dasar tumbuh kembangnya koperasi di Indonesia secara mandiri dan belum secara masif diusahakan secara nasional, yang disertai dengan kebijakan pemerintah yang pro UUD 45 yg menegaskan perekonomian diselenggarakan berdasar asas kekeluargan (koperasi).

Korea Selatan, yg merdeka setelah Indonesia, tumbuh dan menjadi negara maju dengan Gerakan Masyarakat Baru nelalui koperasi. Demikian pula Singapura, Canada, dan Amerika Serikat, dan berbagai negara di dunia, ekonomi digerakkan oleh koperasi.

Secara sosio-kultural, bangsa Indonesia hidup dengan filosofi kekeluargaan, dan oleh karena itu bangun usaha yang paling cocok adalah koperasi. Namun, dalam praktek, kapitalisme masih mendominasi perekonomian nasional.

Dengan pertumbuhan koperasi pada umumnya, dan koperasi kredit (CU) di Indonesia pada umumnya, dan juga perkembangan CU yg makin besar dan kuat di NTT, maka pemerintah, NGOs, dunia usaha, dunia pendidikan, dan masyarakat luas diharapkan dan didorong untuk semakin menyadari bahwa jalan menuju kesejahteraan yang paling cocok adalah dengan berkoperasi.

“Kesejahteraan yang ingin digapai adalah kesejahteraan secara berkeadilan. Tujuan mulia ini sangat sesuai dengan prinsip dan nilai koperasi secara universal”, jelasnya. SALAM 50 TAHUN KOPERASI INDONESIA. (L7-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait

Lewat ke baris perkakas