Dekranasda NTT dan MOI Siap Suplay Kelor Berkelas Dunia

0
14
Dekranasda dan MOI Jadikan NTT Penyuplay Kelor Berkelas Internasional
Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, bersama Wakilnya, Maria Fransiska Djogo, saat Jumpa Media di Kantor Dekranasda NTT, Minggu, (05'09/2021)

LIPUTAN7.NET, KUPANG – Kami sudah membina dan memfasilitasi banyak UKM Pelaku Kelor  untuk memproduksi Kopi, Teh, Coklat dan Sabun. Mereka  berhasil, namun kami merasa belum puas. Kami ingin kolaborasi dengan PT Moringa Organik Indonesia (PT MOI)  untuk hasilkan produk kelor berkualitas Internasional dan masuk pasar dunia.

Hal ini diungkapkan Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Julie Sutrisno Laiskodat,  saat jumpa Media di Kantornya, Jalan Suharto Kota Kupang,  pada Minggu, (05/09/2021).

Saat jumpa media, Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, didampingi  oleh wakilnya, Maria Fransiska Djogo, Kiki dari Dapur Kelor, Seorang Mahasiswa dari Ghana bernama Courage, dan Owner PT Moringa Organik Indonesia (PT MOI) bernama Kang Dudi.

Dalam kesempatan tersebut, Julie menyampaikan,   bahwa pihaknya mengandeng  PT MOI dengan tujuan mengajari Pelaku UKM tentang cara menanam kelor, pengolahan Kelor hingga cara pengemasan kelor yang benar  sesuai standar Internasional agar bisa masuk pangsa pasar dunia dan menghasilkan pendapatan ekonomi yang memadai bagi kehidupan keluarga dan masyarakat NTT.

Namun menurutnya, bahwa apa yang akan dilakukan ini akan menjadi nyata apabila mendapat dukungan dari berbagai pihak terkait terlebih mendapat dukungan serius dari masyarakat NTT dan khususnya dari para Pelaku UKM yang bergerak dibidang Kelor. .

Kata Julie, PT. Moringa Organik Indonesia (MOI)  memiliki Standard Operating Prosedure (SOP) dalam proses Pengolahan Kelor yang berkualitas dunia. Sehingga kedepannya dia berharap dengan adanya Kolaborasi kerjasama ini akan mampu menjadikan NTT sebagai daerah penyuplay Kelor terbesar Indonesia untuk ekspor keluar negeri dan menjadikan NTT sebagai Provinsi Kelor.

“Banyak Pelaku UKM Kelor kita yang belum tahu bagaimana cara memproduksi Kelor sesuai standard Internasional agar bisa  masuk pangsa pasar dunia. Karena itu kami berkolborasi   dengan kang Dudi dari PT MOI agar kedepan bisa menghasilkan produk Kelor berkualitas ekspor ke luar negeri,”ungkap Julie.

Julie Sutrisno Laiskodat mengisahkan , bahwa awal memimpin Dekranasda NTT bersama wakilnya Maria Fransiska Djogo, keduanya masih awam tentang pengolahan kelor, sehingga pada akhir  2018, mereka belajar di Blora pada Kang Dudi yang adalah  Founder dan Owner PT MOI.

“Kini Dekranasda NTT telah mempunyai program Moringa untuk keluarga dengan menyertakan produk bahan makanan dengan menyertakan kelor.  Kami juga lakukan sosialisasi tentang manfaat Kelor mampu  memberantas gizi buruk dan stunting, dan Kelor dapat meningkatkan   pendapatan kesejahteraan ekonomi kelurga dan masyarakat,” jelas Julie.

Kata Julie, Kelor yang dimiliki  masyarakat Nusa Tanggara Timur  punya kualitas  terbaik dunia, karena itu pihak Dekranasda NTT mempunyai target harus bisa menyuplay  kelor keseluruh belahan dunia, yaitu ke Eropa, Afrika dan Amerika.

Sementara pada kesempatan itu , Kang Dudi yang adalah Owner PT MOI mengatakan,  sejak tahun 2013 pihaknya telah  menekuni Kelor dan kini memiliki pusat produksi di Palu, Bali, dan Blora, dan pihaknya juga  telah bekerja sama dengan pusat distribusi Kelor ke Eropa, Afrika dan ke Amerika yang pusatnya berada di negara Ghana.

Dalam penjelasannya, Kang Dudi mengakui Kelor NTT sangat baik dan memiliki nutrisi dan gizi yang cukup  tinggi namun dalam pengolahannya harus memiliki standar yang benar agar nutrisinya tetap terjaga.

“Orang-orang luar negeri membeli Kelor bukan soal ukuran seberapa banyak kilogram namun mereka membelinya dengan memperhatikan seberapa banyak kandungan nutrisinya dan seberapa baik kualitasnya,” ucap Kang Dudi.

Kang Dudi, mengatakan, pengembangan Kelor harus memakai Prosedur Standard Operating Prosedure (SOP)  yang ditetapkan.  Prosedur Standarisasi harus dilakukan dengan benar  sehingga kandungan nutrisinya tetap utuh dan berkualitas.

Kang Dudi juga menyampaikan bahwa pihaknya PT MOI memiliki standar SOP yang dimaksud tersebut.

Kang Dudi mengatakan lagi bahwa NTT siap menjadi penyuplay Kelor kedalam negeri maupun luar negeri. Salah satu daerah yang siap menjadi penyuplay Kelor tersebut adalah Pulau Semau yang pada bulan Desember nanti akan memanen Kelor yang cukup memadai.

“Program menjadikan NTT sebagai Provinsi Kelor  yang dilakukan oleh Gubernur NTT merupakan hal yang positif, karena itu pihak kami akan berusaha membantu mewujudkannya sehingga kedepan, NTT akan menjadi salah satu penyuplay utama Kelor dalam negeri maupun luar negeri,” tutur Kang Dudi. (Vhegas/L7NET)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here