Wagub NTT Hadiri Pembukaan Koferensi ke VII GKII Kupang

0
11
Wagub NTT Hadiri Pembukaan Koferensi ke VII GKII Kupang
Wagub NTT, Josef A. Nae Soi, saat memberikan Sambutan di pembukaan Konferensi ke VII GKII Kupang, Rabu (08/09/2021)

KUPANG, LIPUTAN7.NET – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (Wagub NTT), Josef Adreanus Nae Soi, menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Konferensi ke VII Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Kupang-NTT yang dilaksanakan, pada Rabu (08/09/2021).

Kegiatan tersebut dilakukan di Gedung Kebaktian GKII Jemaat Oebobo , yang beralamat di Jalan Palapa, Nomor 06 A, Kelurahan Oebobo-Kota Kupang.

Dalam sambutannya Wagub Josef mengatakan, semarak dan semangat kehidupan beragama di tengah masyarakat saat ini, di satu sisi menjadi sebuah kebanggaan atas keberhasilan pembangunan bidang agama, namun di sisi lain kita  menyaksikan munculnya sikap fanatisme yang berlebihan, yang mungkin saja disebabkan kurangnya pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai hakiki dari agamanya, sehingga terkadang menimbulkan keresahan bahkan tindakan destruktif, karena kurang menghargai atau bertenggang rasa terhadap pihak lain yang berbeda agama atau keyakinan.

Kata Wagub Josef, pemerintah sangat mengagungkan dan menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan bangsa, untuk itu semangat persatuan dan kesatuan bangsa tersebut bukan hanya terbatas pada kesatuan bangsa, tanah air dan bahasa, tetapi harus dapat melingkupi seluruh dimensi kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara. Salah satu pilar utama dalam mewujudkan kesatuan dan kerukunan nasional adalah apabila terdapat kerukunan hidup beragama dalam masyarakat.

“Keharmonisan hidup sosial kemasyarakatan, khususnya kerukunan umat beragama, akan dapat tercapai jika masing-masing pihak yang berbeda mampu mengesampingkan ego dan fanatisme agamanya, dan sebaliknya mengedepankan nilai-nilai agama dalam perspektif humanis yang universal,” ucap Wagub Josef.

Lebih lanjut Wagub menjelaskan, bahwa tantangan kehidupan kita kedepan sebagai bangsa, khususnya sebagai umat beragama di Indonesia agar mempertebal keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan mengantisipasi adanya dampak negatif globalisasi, kemajuan ilmu dan teknologi serta perubahan sikap dan gaya hidup masyarakat kita, khususnya di kalangan kaum muda-mudi Kristiani.

Wujudkan Kerukunan Hidup Beragama

Oleh Karena itu pemerintah sangat mengharapkan terbinanya hubungan kemitraan yang sinergis dengan seluruh lembaga keagamaan termasuk GKII, sehingga dapat lebih meningkatkan peran dan fungsinya untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat sebagai wujud ibadah kepada Tuhan dan pengabdian kepada bangsa dan negara serta masyarakat pada umumnya, karena setiap agama memiliki nilai universal (kemanusiaan, cinta kasih, kedamaian, toleransi, kerukunan, dll) yang dapat mengikat semua orang lintas suku, bangsa, bahasa, budaya dan geografi serta tingkat sosial ekonomi dan pendidikan, sehingga tidak ada alasan bahwa orang yang berbeda agama, tidak akan bisa rukun dan menyatupadukan kekuatan untuk bekerja sama membangun masyarakat, bangsa dan negaranya. Untuk itu prinsip wawasan multikulturalisme dan kehidupan pluralis perlu terus-menerus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan nyata sehari-hari.

“Saya sangat optimis bahwa kehidupan keagamaan di negara kita di masa mendatang akan semakin semarak, apabila semua pimpinan keagamaan dan umat beragama saling bergandengan tangan untuk mewujudkan kerukunan, dan keharmonisan hidup beragama dan menjadikannya pilar penyangga terwujudnya kerukunan nasional.”tutur Wagub.

Acara pembukaan ditutup dengan pemukulan gong serta pengalungan peserta oleh Wagub JNS sebagai tanda simbolis dimulainya Konfrensi ke VII Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah Kupang-NTT. (L7net/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor    : Vhegas Wanted/L7net

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here