Home Campursari ASSOC PROF. DR. ABUBAKAR ISKANDAR, M.SI : PENGEMBANGAN KKD DAN KKI MENDORONG NTT LEBIH MAJU

ASSOC PROF. DR. ABUBAKAR ISKANDAR, M.SI : PENGEMBANGAN KKD DAN KKI MENDORONG NTT LEBIH MAJU

PAMAN L7

LIPUTAN7.NET

Kupang. www.liputan7.net – Sebagai putra daerah, saya juga merasa bertanggungjawab untuk bisa menyumbangkan pikiran membangun NTT dengan apa yang saya miliki. Pembangunan di NTT memang sedang berjalan maju namun ada hal-hal penting yang tentu mesti di benahi dengan baik agar kedepanya lebih maju lagi yang sekarang ini.

Itulah Pengakuan dari Assoc Profesor. Dr.Abubakar Iskandar, M.Si, putra daerah dari desa Kolijahi, Pantar Timur, kabupaten Alor, yang kini berkarya sebagai dosen Magister Administrasi Publik di Universitas Djuanda Bogor merangkap Ketua Sekolah Tinggi Komunikasi Bogor, ketika diwawancarai wartawan Focus News Indonesia.Com, Maria Jessi, lewat telepon seluler pada 5 Agustus 2020.

Kepada wartawan ini, ia menyatakan kerinduanya untuk bisa menyumbangkan pikiran membangun provinsi kelahirannya Nusa tenggara Timur. Katanya, ia sangat berterimakasih apabila ada media lokal yang sudi mau mewawancarainya dan meminta pendapatnya terkait sumbangan pikiran membangun NTT.

“Saya ini putra NTT, Saya punya kerinduan untuk bisa turut membangun NTT walau dengan menyumbangkan pikiran yang saya miliki”,ucapnya.

Menurutnya, tips untuk membangun NTT supaya lebih maju lagi dari kemajuan yang ada maka hal yang perlu diperhatikan adalah, pertama, mengembangkan sumber daya manusia (SDM) secara paripurna dan yang kedua Pengembangan Agribisnis menjadi Agro Industri.

Katanya, Pengembangan Sumber Daya Manusia secara Paripurna dilakukan melalui dua karakteristik pendidikan, yaitu pengembangan Karakteristik Kualitas Dasar (KKD)  dan pengembangan Karakteristik Kualitas Instrumen (KKI).

Menurutnya, yang tidak kalah penting juga adalah membangun rasa kebersamaan yang saling mengikat dengan tulus dan jujur untuk memikirkan apa yang seharusnya dilakukan agar masyarakat NTT dapat mencapai hidup lebih baik dari saat ini. Karena itu untuk tidak menimbulkan saling curiga diantara sesama suku dan sesama agama, maka perlu diperhatikan adalah Openess atau keterbukaan, atau keterhubungan sehingga tidak ada dusta diantara suku, agama dan lainnya.

Secara singkat, ia menjelaskan,  pengembangan agribisnis menjadi agroindustri sudah saatnya dikembangkan karena akan memperkuat ketahanan pangan dan kedaulatan pangan. Dengan pangan yg memadai gizi masyarakat menjadi bagus, kecerdasan intelektual anak-anak sangat ditentukan oleh konsumsi gizi yg memadai mulai dari usia dua tahun sampai lima tahun, tanpa gizi yg baik tidak mungkin kita dapatkan anak NTT yg pintar-pintar dan cerdas-cerdas.

Katanya lagi,  apabila kita tidak diperhatikan asupan gizi yg baik bagi anak-anak kita maka  mereka bisa mengalami cacat permanen seperti tunagrahira dan lain-lainya, oleh karena itu Pemerintah Daerah perlu membuat pilot proyek untuk mengetahui tingkat kecerdasan anak-anak dengan cara dua desa atau dua kelurahan dijadikan pembanding yaitu satu desa anak-anaknya diberikan gizi yang memadai oleh pemerintah kemudian satu desa tidak diperlakukan sehingga setelah itu bisa diketahui tingkat kecerdasan anak-anak saat masuk masuk Sekolah Dasar.

Ditanyai kapan kira-kira dirinya bisa mencapai gelar Profesosr Penuh, dia mengatakan bahwa, telah mengusulkan untuk meraih Profesor Penuh ke Dikti Kementrian Pendidikan Nasional dan alhamdulilah hampir 20 jurnal internasional bereputasi semuanya sudah gol dievaluasi oleh tim penilai.

“ insya Allah, jika Tuhan menghendaki saya bisa menjadi Profesor di Universitas Djuanda Bogor, yang adalah salah satu perguruan tinggi yang masuk dalam 100 besar Indonesia dari sekian ribu dalam satu kelompok bersama dengan IPB dan ITB beberapa Universitas terkenal lainya”, Ucapnya dengan nada suara penuh syukur.

Dikatakan lagi bahwa kalau dibidang Penelitian sudah masuk dalam kluster utama jadi setiap tahun sudah mendapat 10 milyar dari pemerintah sehingga tidak ada dosen yang nganggur karena semuanya wajib melakukan riset dan  hampir setiap dosen memperoleh minimal 100 juta dan maksimal 500 juta.

“Sudah dua tahun ini yaitu tahun 2019 dan 2020 saya pribadi dan anggota riset saya memperoleh 450 juta”ujarnya mengakhiri pembicaraan. (Redaksi L7)

Penulis : Maria Jessi Kembo

Editor   : Vhegas, Andrea

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait

Lewat ke baris perkakas