Taman Budaya dan Direrktorat PMMB Lakukan Workshop Perfilman di Kupang

0
8
Berita
Kepa UPTD Taman Budaya NTT, Sofian Kurniawan, saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya Gedung Gerson Poyk Oepoi Kupang

LIPUTAN7.NET, KUPANG – Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru (Dit.PMMB) Kementerian Pendidikan kebudayaan, Riset dan Teknologi bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, akan melaksanbakan  Workshop Penulisan Naskah Film, yang akan dilakukan di Kupang pada tanggal 15 dan 16 Oktober 2021.

Tema kegiatan Workshop tersebut adalah : ‘Representase Budaya Membentuk Karakter Generasi Milenial’. Sub Tema adalah : ‘Ceritera Dibalik Pesona Budaya NTT’.

Kepala UPTD taman Budaya NTT, Sofian Kurniawan, kepada media ini di ruang kerjanya mengatakan, kegiatan Workshop tersebut melibatkan 70 orang peserta dari unsur Pelajar, Mahasiswa, dan Komunitas Film Dokumenter dan Fkomunitas Film Fiksi yang berada di Nusa Tenggara Timur.

“Para Nara Sumber Workshop sebanyak 3 orang. Dari Jakarta 2 orang sedangkan dari NTT 2 orang. Semua nara sumber memiliki rekam jejak yang cukup handal dibidang Produksi Film, Sutradara Film dan Penulisan Skenario berskala Nasional maupun Internasional,” jelas Sofian.

Kata Sofian, UU Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017, mengisyaratkan bahwa dari tingkat komunitas sampai industry adalah pihak yang paling akrab dan paling paham tentang kebutuhan dan tantangan untuk memajukan ekosistem Kebudayaan yang diwariskan turun temurun hingga membentuk karakter bangsa kita.

Oleh karena itu, Workshop Penulisan Naskah Film  dilakukan bertujuan merevitalisasi dan mengembangkan nilai nilai luhur budaya dan Alam yang dimiliki Nusa Tenggara Timur dalam mewujudkan kekayaan dan identitas budaya bangsa sehingga mampu mengangkat kembali ekowisata berkelanjutan Dengan mengusung Branding ‘Budaya Leluhur terjaga NTT BANGKIT, Seni Budaya berkembang dan terlindungi NTT SEJAHTERA“

 “NTT miliki pesona budaya yang sangat banyak. Miliki Pesona Alam yang Indah dan mengagumkan. Memiliki Satwa Liar endemisitas berkelas dunia.  Kami berharap dengan kegiatan ini kaum milenial mampu mengakomodir semua kekayaan budaya ini lewat skenario Film kemudian diproduksi menjadi Film Dokumenter dan Fiksi guna mendukung pembangunan Pariwisata NTT,” ucapnya.

Sofian menjelaskan, kegiatan workshop tersebut  dikemas untuk meningkatkan minat masyarakat kususnya kaum milenial dibidang perfilman dengan cara memberikan pelatihan teknik penulisan Skenario Film hingga tahapan produksi film.

Materi-materi yang diberikan oleh Nara Sumber adalah, Pengembangan Ide dan Gagasan Penulisan Naskah  Film Pendek Fiksi dan dokumenter, Teknik Dasar Penyutradaraan Film Pendek Fiksi dan Dokumenter, Teknik Dasar Penggunaan Camera untuk produkdi Film pendek Fiksi dan Dokumenter, Teknik dasar editing film pendek Fiksi dan Dokumenter, Teknik Dasar produksi Film Pendek Fiksi dan Dokumenter.

“Workshop akan dilakukan tanggal 15 sampai 16 Oktober 2021. Pemateri ada 4 orang. Pemateri dari Jakarta 2 orang, yaitu, Tonny Trimarsanto (Sutradara dan Produser), Rahabi Mandra (Sutradara). Pemater dari NTT 2 orang yaitu, Pieter Kembo (Sutradara) dan Ken Patar (Videographer). Moderator ada 3 orang yaitu, Marlina Yulianti dari Direktorat Perfilman, Musik dan Media baru, Adriana Dida dari UPTD Taman Budaya NTT dan saya sendiri,” tutur Sofian. (SAM/L7NET)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here