Dua Anggota DPRD Provinsi NTT Apresiasi Tim Inventarisasi Tari Ma’ekat’ di TTS

0
52
Foto
Anggota DPRD NTT, Pata Vinesinsius dan Yihanes de Rosari, saat bertemu Tim Inventarisasi Tari Ma'ekat

LIPUTAN7.NET, SOE TTS – Dua anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pata Vinsensius dan Yohanes de Rosari, mengapresiasi Tim Peneliti dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Bali, yang melakukan Inventarisasi Tari Ma’ekat (Tari Perang) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hal tersebut diungkapkan oleh kedua wakil rakyat itu sedang melakukan kunjungan kerja ke kabupaten Belu dan sempat bertemu dengan 4 orang Tim Peneliti dari BPNB Provinsi Bali di kota Soe pada hari Kamis 17 Juni 2021.

Anggota DPRD Provinsi NTT, Pata Vinsensius, mengatakan, Nusa Tenmggara Timur Punya banyak potensi budaya yang tidak kalah hebat dengan daerah-daerah lain di Inodesia. 23 kabupaten yang ada di NTT masih memiliki banyak sekali budaya tradisional yang mesti digali, diangkat untuk dilestarikan sehingga tidak hilang dimakan zaman.

Pata Vinsensius mengharapkan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten TTS, Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat dalam hal ini pihak Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, pihak Balai Pelestarian Budaya Provinsi Bali yang menangani upaya pelestarian nilai budaya dalam wilayah Provinsi NTT, NTB dan Bali, agar berkolaborasi mengangkat budaya-budaya tradisional di NTT agar tercatat dan terpelihara dengan baik.

“Sebagai anggota DPRD NTT, saya ucapkan terimakasih banyak kepada Tim Inventarisasi dari BPNB Provinsi Bali, yang saat ini sedang  mendata dan merekam Tari Ma’ekat di kabupaten TTS. Semoga budaya kita di NTT dapat didata dengan baik untuk kejayaan budaya Indonesia,”ucap Vinsen.

Sementara anggota DPRD NTT, Yohanes de Rosari, yang juga ditemui wartawan pada saat itu mengatakan, apa yang dilakukan oleh pihak BPNB Provinsi Bali merupakan hal yang patut diapresiasi olek kita semua. Dirinya sangat mendukung upaya-upaya pelestarian budaya di NTT yang tentunya sangat bermanfaat untuk ketahanan budaya Indonesia.

Yohanes mengharapkan agar upaya pelestarian budaya dilakukan secara merata dan bukan saja di pulau timor tetapi harus dilakukan juga dalam wilayah pulau  Flores, Sumba, Sabu, Rote, Alor, pulau Semau, Solor dan Pulau Lembata, sehingga budaya-budaya di NTT Tumbuh dan berkembang serta bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

“Terimakasih kepada pihak BPNB Bali yang menangani pelestarian budaya di Provinsi NTT,NTB dan Bali. Kami akan bersuara untuk mendukung upaya-upaya pelestarian budaya NTT lewat lembaga DPRD sehingga adanya perhatian serius dari Pemerintah Provinsi NTT dalam hal penggalian dan pelestarian budaya-budaya kita yang masih terpendam,”tutur Yohanes.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Inventarisasi, I Gusti Ayu Armini, mengatakan sangat berterimkasih atas apresiasi yang besar dari kedua wakil rakyat tersebut. Pihaknya akan tetap dan terus membangun kerjasama dengan NTT guna memajukan kebudayaan NTT.

“Kami akan bekerja tulus, bekerja cerdas dalam mendata dan menginventarisir budaya-budaya yang ada di NTT sehingga terdata dengan baik di tingkat nasional dan tetap lestari sepanjang masa’” Ucap Armini. (Vegas/ L7Net).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here