Pemprov NTT Sukses Genjot Program TJPS, Capaian Produksi 26.914,08 Ton

0
14
Foto berita
Jagung Yang Siap Dipanen. Sumber Foto : Republika

LIPUTAN7.net, Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT), berhasil meluncurkan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di 23 kabupaten/kota yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) ini digagas oleh Gubernur NTT dengan tujuan agar masyarakat NTT sejahtera dalam bidang pertanian dan peternakan melalui Tanam Jagung Panen Sapi.

Dalam berbagai kesempatan, Gubernur mengatakan dengan tanam jagung maka dapat menjamin ketersediaan pakan sapi yang memadai sehingga masyarakat peternak bisa menghasilkan ternak sapi potong dengan daging yang berkualitas baik dan jika dengan  demikian maka harga daging sapi potong tentu akan meningkat dan menyebabkan ekonomi masyarakat semakin meningkat pula.

Program TJPS ini diluncurkan Pemrov NTT sejak tahun 2019 hingga tahun 2021 di atas lahan seluas 15.793 hektar. Dan lahan tanam yang direalisasi sebanyak 12.141,53 hektar dengan capaian produksi yang cukup menggembirakan dan signifikan dengan jumlah sebanyak 26.914,04 Ton.

Dalam pidatonya di acara perayaan Hari Ulang Tahun Nusa Tenggara Timur yang ke 63 (HUT NTT ke 63), Tanggal 20 Desembe 2021 yang lalu, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, mengatakan,   pada musim tanam bulan Oktober 2019 sampai bulan Maret tahun 2020, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai melaksanakan Program TJPS yang dimuylai pada 7 (tujuh) kabupaten, yaitu kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Sumba Timur dan Sumba Barat Daya dengan target 2.400 hektar dan realisasi tanamnya seluas 2.310,53 hektar  dengan produksinya mencapai 9.538,90 ton.

Kemudian pada musim tanam bulan April sampai dengan bulan September 2020, Pemrov NTT mlaksanakan lagi di 16 kabupaten, yaitu di Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Belu, Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Rote Ndao, Flores Timur, Ende, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat dengan luasan lahan terverifikasi 5.210 hektar, realisasi tanam seluas 1.732 hektar dengan realisasi panen seluas 1.109,16 hektar dengan produksi mencapai 2.258,18 ton.

Lalu pada musim tanam bulan Oktober sampai bulan Maret 2021 dilaksanakan lagi di 16 kabupaten, yakni Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Belu, Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Rote Ndao, Flores Timur, Ende, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat dengan luasan lahan terverifikasi seluas 8.183 hektar, realisasi tanamnya seluas 8.098,5 hektar dengan jumlah realisasi panen seluas 4.947 hektar dan produksi mencapai 15.117 ton.

Dalam pidato tersebut Gubernur juga berterimakasih banyak kepada semua komponen masyarakat, LSM,TNI/Polri, para Tokoh Agama dan tokoh masyarakat yang telah berjuang bersama-sama menurunkan penurunan covid-19 di NTT sehingga ekonomi masyarakat NTT mulai berangsur-angsur pulih dan program-program andalan Pemerintah Provinsi dapat dilaksanakan dengan baik.

“Walaupun masih berlanjut  kebijakan refocusing anggaran yang direalokasi untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi, namun Pemerintah Provinsi atas dukungan DPRD NTT berupaya mencari sumber pembiayaan alternatif untuk melaksanakan berbagai program strategis,”tutur Gubernur.

MENTERI KATAKAN TJPS MEMBUAT PETANI SEJAHTERA DAN MAKMUR

Program TJPS yang dicanangkan oleh Gubernur Viktor Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi tersebut, mendapat apresiasi yang tinggi dari Menteri Pertanian (Metan) Syahrul Yasin Limpo.

Hal ini terbukti saat kegiatan Panen Raya Jagung pada musim tanam ke 2 yang berlokasi di desa Baumata, kecamatan Nekamese, kabupaten Kupang, Provinsi Nusa tenggara Timur,  Menteri Syahrul Yasin Limpo turut hadir dan memberikan penguatan kepada para petani.

Menteri mengatakan, Provinsi NTT miliki potensi sangat besar untuk pengembangan jagung, dan pihaknya akan terus menggenjot produksi jagung untuk mencukupi kebutuhan pakan ternak secara nasional.

“Jika semua lahan potensial yang ada di NTT  dimanfaatkan secara optimal untuk melaksanakan TJPS, maka maka dirinya yakin bahwa kehidupan para petani di NTT akan hidup sejahtera dan makmur,” ucap Menteri Syahrul, saat menghadiri panen perdana  jagung di desa Baumata pada Minggu, 17 Oktober 2021 yang lalu. (ADVERTORIAL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here